Mittwoch, 16. November 2011

Pintu jiwa

Untuk kesekian kalinya,
Purnama meredup
Menyelimuti langit dan bumi
berkabut
membelenggu jiwa
tak sudi kuterima sapa
meski dari buritan timur
yang nakal menyapa kalbu yang terbelenggu


 

Trier 16.11.011

Samstag, 29. Oktober 2011

Selamat jalan

Pergilah ikuti hembusan angin
tentu dia akan membelaimu dengan lembut
jejakmu kuukir diberanda kalbu
duhai takkan tega aku menghapusnya
Trier 29.10.011
Ralina.R

Montag, 24. Oktober 2011

Karena aku mencintaimu

Inginnya sekarang juga aku terbang menemuimu berjalan di sepanjang pantai cemara
yang selalu kita lalui sambil menikmati matahari menghilang di horizont
kita menikmatinya dengan penuh cinta...
Ah itu dulu ketika kita bersama-sama,sewaktu aku masih berada dikotamu
sayang kini aku terkapar berbaring di ranjang dengan penyakit yang merorong jantungku
senantiasa aku berharap bertemu denganmu atau kau mengujungi aku karena tak mampu aku menemuimu,
bukan hanya penyakit yang merorong jantungku juga rindu menyayat perih,

sayang adakah kau kenang dengan jingganya senja, setidaknya..
mungkin dengan adanya rindumu
tentang senja menjingga  secuil rindu ada untukku
aku disini sayang berbaring lesu  tak seorangpun mendengar jeritanku
suara tersekat hanya sampai dipersimpangan leher, penyakit itu sengguh menguras seluruh tenagaku.


Temui aku  kekasih, hidupku takkan lama lagi, ingin aku sebelum pergi tuk selamanya
bersua sekejap saja  mendengar suaramu walau aku tak mampu lagi membelai wajah
tampanmu menatap tulang rahang yang kekar dengn tatapan mata teduhmu
sayang bukankah pernah kau katakan walau badan kita berjauhan namun hati kita selalu bertaut
adakah rinduku saat ini kau rasakan...

bunyi mesin yang selama ini mendampingi tidurku  memekakkan telinga.
sekarang aku melayang di udara
tubuhku berbaring diranjang putih kabel berada diantara lubang hidung
aku melihat dirimu tersedu di samping tubuh kakuku tanpa kata-kata,sepertinya ada penesalandalam isakmu.
jangan sesali sudah saatnya aku pergi hanya tubuhku menghilang darimu namun aku tetap bersamamu dalam ruang yang berbeda
senantiasa mendampingimu mengikuti harus kehidupan dalam duniamu
karena aku teramat mencintaimu ...
taukah kau kekasih,perih yang melilit dijantungku kini sirna sama sekali demikian juga rindu takkan kurasakan nyerinya karena aku selalu berada di sampingmu dalam setiap langkahmu...
Maafkan aku kekasih janganlah berduka...

(Fixsi asli Razlina Reichardt)
Trier 25.10.011

Dienstag, 4. Oktober 2011

Tarian rindu

Sapamu dalam hati
yang menari dalam sukma
tarian rindu melikuk-liuk dengan gemulai
dan hentakan kaki mengajak pulang.


Trier 04.10.011


Freitag, 10. Juni 2011

Goresan Dinding

Hujan
Hujan berderai dan halilintar membelah sunyi

bayang rindu jua lambai melambai....
06.06.011

Kartini
Teramat rindu walau hanya seminggu
tak sabar menunggu kepulanganmu

duhai belahan jiwa..♥♥♥♥
09.06.011

Malam
Sesabit rembulan di malam senin
wajahmu sendu di belai awan kelabu
rintik menitik gerimis malam
05 Juni 011

Cermin
Berkaca di cermin retak terlihat-
wajah diri berkeping-keping berderai tak berbentuk...

03 Juni 011

Sembilu
Menikmati sembilu rindu
yang teramat dalam di kedalaman sukma...
30 Mei011

Ingin
Mentari teramat cepat menyapa pagi
sementara aku masih ingin menikmati malam
karena dia mewarnai mimpi...

29.Mei.011

Sonntag, 22. Mai 2011

Rindu yang mengusik jiwa

Kepak sayapmu camar kelaut lepas
kutitip rindu yang mengusik kalbu
agar resah tak bersemayam di jiwa..

22.05.011
Trier

Freitag, 20. Mai 2011

Menapak rindu

Kerinduan yang kian berwarna warni hanya untukmu
di kebun hati menari beribu kupu-kupu melukiskan rautmu,
jejak yang kau tinggalkan takkan terhapus oleh empasan gelombang
menapak melekat di jantung hati...
17.05.11